ditulis oleh Restu Dyah Rizka A, Ameta Novelia br Karo , Shafa Diva Syaharani, Ahmad Surya Nurhafidz Haeran, Sadewo Pramono Putro, Dewa Widya Bajramaya
Surabaya, 18 & 19 November 2023 – Gizi seimbang dalam makanan sehari- hari yang mengandung berbagai macam gizi untuk memenuhi kebutuhan tubuh perlu diperhatikan, terutama pada masa pertumbuhan anak. Memperhatikan asupan makanan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih untuk mencegah masalah gizi. Makanan sehat dan bergizi seimbang bukan berarti makanan yang harus mahal, asalkan memenuhi 4 sehat 5 sempurna, maka dapat dikategorikan sebagai makanan sehat. Hasil survei menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin sadar akan pentingnya makanan sehat. Sebuah survei yang dirilis oleh Nielsen pada akhir 2016 menemukan bahwa 68% responden di Indonesia bersedia membayar lebih untuk makanan sehat. Selain itu, survei lain juga menemukan bahwa 46% orang Indonesia, terutama lakilaki berusia 36 tahun ke atas, kini lebih memperhatikan asupan kalori yang dikonsumsi. Selain itu, data dari Riskesdas tahun 2010 menunjukkan bahwa konsumsi pangan di Indonesia masih belum sesuai dengan pedoman gizi seimbang, di mana konsumsi sayur, buah, dan protein masih kurang. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia mulai menyadari pentingnya makanan sehat, namun masih menghadapi kesulitan dalam menjaga pola makan sehat secara konsisten.
Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) sangat penting di Indonesia karena tingginya angka kasus dan risiko kematian yang meningkat. Menurut Kementerian Kesehatan, angka kasus DBD terus bertambah di Indonesia, dengan beberapa provinsi melaporkan jumlah kasus terbanyak. Misalnya, pada tahun 2020, Bali melaporkan 12.173 kasus, naik dari 5.956 kasus pada tahun 2019. Selain itu, data dari Puskesmas menunjukkan bahwa kasus DBD muncul sepanjang tahun dan dapat diderita oleh seluruh kalangan usia. Oleh karena itu, langkah preventif pencegahan DBD sangat ditekankan untuk menekan risiko kematian dan mengurangi beban penyakit. Upaya pencegahan meliputi penggerakan masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui kegiatan menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali tempat penampungan air, serta peningkatan pemahaman masyarakat tentang pencegahan DBD melalui sosialisasi dan edukasi kesehatan. Langkah-langkah ini penting untuk mengendalikan penyebaran DBD dan melindungi masyarakat dari penyakit tersebut.
Kami Kelompok 7 melakukan sebuah proyek dengan fokus pada SDGs Zero Hunger (2.1.1) & Good Health and Well-being (3.3.5). Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan menjaga kebersihan lingkungan untuk menghindari penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang kotor. Tim proyek terdiri dari Restu Dyah R A, Ahmad Surya N H, Dewa Widya Sadewo Pramono P, Ameta Novelia, Aris Fernando G, dan Shafa Diva S. Kami telah melakukan berbagai kegiatan, termasuk sosialisasi tentang hidup sehat, pencegahan penyakit DBD, dan pembagian makanan sehat kepada anak-anak di sebuah lembaga sosial. Selain itu, proyek ini juga mencakup informasi tentang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan langkahlangkah pencegahan serta penanganannya. Seluruh kegiatan proyek ini sejalan dengan target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 2 dan 3, yaitu Zero Hunger dan Good Health and Well-being. Proyek dilakukan selama 2 hari yaitu, pada tanggal 18 & 19 November 2023, yang berlokasi di Rumah Yatim dan Dhuafa, Gedangan, Sidoarjo. Target kami sendiri adalah anak-anak panti yang berada di Rumah Yatim dan Dhuafa sebanyak 50 anak.
Saran Kebijakan
Berdasarkan hasil evaluasi kami, pemangku kebijakan lokal dan nasional dapat mengimplementasikan SDGs dengan mengadopsi beberapa saran kebijakan berikut:
- Mendorong pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya hidup sehat dan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.
- Meningkatkan pemahaman tentang penyakit tropis, seperti Demam Berdarah
- Dengue (DBD), dan langkah-langkah pencegahan serta penanganannya
- Mengorganisasi acara pengarahan dan pembagian makanan sehat, seperti yang dilakukan oleh Kelompok 7, untuk menyampaikan informasi tentang penyakit tropis dan materi makanan bergizi
- Mendorong pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengangkut sampah, menghilangkan genangan air, dan melakukan vaksinasi DBD.
- Meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, terutama di daerahdaerah yang sulit dijangkau, sehingga masyarakat dapat memperoleh perawatan kesehatan yang tepat dan terjangkau.
- Mendorong pengembangan kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam melaksanakan program-program yang mendukung SDGs, seperti pengarahan terhadap rumah yatim dan dhuafa, sosialisasi tentang hidup sehat, dan pembagian makanan sehat.
- Meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran lingkungan dan kesehatan, sehingga dapat mendorong kesadaran dan tanggung jawab masyarakat dalam menjaga lingkungan dan kesehatan.
Dengan menerapkan saran kebijakan ini, pemangku kebijakan lokal dan nasional dapat mengimplementasikan SDGs dengan lebih efektif dan efisien, serta membantu mencapai target-target SDGs yang telah ditetapkan.
Tags: HandaruanxLABIRIN, Social Projects, SGDs

Leave a comment