Sosialisasi Kandungan Makanan dan Gizi Untuk Mencegah Stunting

Published by

on

ditulis oleh Sevi Alfrida, Riesa Winanda, Kenneth Ephram Singarimbun, Immanuel Toga Raja Hasibuan, Nazhmi Fadhil Rahman

Surabaya, 6 Desember 2023 – Stunting dalam pengertiannya yang tertulis dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 merupakan suatu gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang (Kementerian Sekretariat Negara RI, 2021). Saat ini, stunting merupakan salah satu isu kesehatan yang sedang menjadi titik fokus dari pemerintahan Indonesia dalam rangka mencegah dan mengurangi intensifikasi pertumbuhannya. Menurut hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada buku saku tahun 2022 bahwa kasus angka stunting di Indonesia pada periode tahun 2021 hingga 2023 mengalami penurunan yang signifikan, yakni dari 24,4% menjadi 17,8% (Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, 2023). Namun, kasus angka stunting di Indonesia masih dikatakan cukup tinggi. Tercatat pada data yang dikemukakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bahwa penurunan angka stunting pada tahun 2023 sebesar 1,7 juta dari total 72,5 juta keluarga (BKKBN, 2023). Hal inilah yang menjadi dasar bagi penulis untuk dapat menginisiasi sebuah project sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lebih dalam mengenai stunting melalui kandungan makanan dan gizi kepada calon ibu, ibu, dan anak.

After Movie “Sosialisasi Kandungan Makanan dan Gizi Untuk Mencegah Stunting”

Project sosialisasi yang dilakukan secara mandiri atas izin pihak terkait mengusung tema “Good Health and Well Being” dengan judul “Sosialisasi Kandungan Makanan dan Gizi Untuk Mencegah Stunting” ini dilakukan di Posyandu Melati Rt. 2, RW 15 Rungkut Lor dan melibatkan mitra yang expert dalam bidangnya, yakni Ibu Dr. Yunita Satya Pratiwi, S.P., M. Kes, selaku Dosen Teknologi Pangan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur yang dihadiri oleh kurang lebih 37 jumlah ibu dan anak. Dengan target SDGs Nomor 2, yakni Zero Hunger dengan indikator 2.1.1 tentang prevalensi kekurangan gizi dan 2.1.2 tentang prevalensi kerawanan pangan tingkat sedang atau berat pada masyarakat. Serta target SDGs Nomor 3, yakni Good Health and Well Being dengan indikator 3.2.1 tentang angka kematian balita dan 3.2.2 tentang angka kematian neonatal (United Nations, t.thn.).

Kegiatan sosialisasi dimulai dengan proses Bulan Penimbangan Balita (BPB), yaitu kegiatan penimbangan yang dilakukan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada proses BPB akan diketahui apakah anak mengalami penurunan atau peningkatan pada berat badannya. Kemudian akan dilanjutkan dengan proses pengukuran tinggi badan yang akan diketahui terjadinya peningkatan, tetap atau penyusutan. Setelah itu, dilanjutkan dengan kegiatan “Sosialisasi Kandungan Makanan dan Gizi Untuk Mencegah Stunting” yang dibawakan langsung oleh Ibu Yunita selaku narasumber yang expert dalam bidangnya. Pada sosialisasi inilah terjadi implementasi atau pencapaian target SDGs Nomor 2 terkait Zero Hunger pada indikator 2.1.1 dan 2.1.2 tentang prevalensi gizi yang seharusnya diberikan kepada anak melalui pembagian makanan sesuai rekomendasi dari Ibu Dr. Yunita, yakni telur rebus, susu yang kaya akan ultra high temperature, dan tahu kukus. Sedangkan implementasi atau pencapaian target SDGs Nomor 3 terkait Good Health and Well Being pada indikator 3.2.1 dan 3.2.2 tentang angka kematian balita dan neonatal dijelaskan oleh narasumber bahwa faktor utama terjadinya stunting dimulai dari makanan yang meliputi kandungan gizi, yang dimakan oleh ibu hamil. Dimana kandungan gizi pada makanan akan mempengaruhi kematian neonatal juga tumbuh kembang pada bayi.

Saran Kebijakan

Untuk mencegah dan mengurangi adanya peningkatan kasus angka stunting serta sebagai rujukan untuk melakukan penyuluhan terkait stunting, terdapat saran kebijakan yang dapat dibentuk oleh pemangku kebijakan. Saran ini kami tujukan kepada pihak Kelurahan Kalirungkut dan Posyandu Melati Rt. 2, RW 15, Rungkut Lor. Pada Posyandu Melati tidak terdapat kegiatan rutin sosialisasi mengenai stunting, sehingga saran yang bisa diajukan kepada Posyandu dan Kelurahan Kalirungkut adalah dibentuk sebuah kegiatan rutin sosialisasi yang bertujuan untuk mengedukasi calon ibu, ibu, dan anak mengenai stunting. Selain itu, melakukan perubahan pada bentuk timbangan dari tradisional menjadi timbangan digital yang dilakukan untuk BPB sehingga hasil penimbangan bisa lebih akurat. Kemudian terdapat saran khusus yang diajukan kepada pihak Kelurahan Kalirungkut selaku pejabat dan pemangku kebijakan terdekat untuk lebih memperhatikan dan mengakomodir kebutuhan yang diperlukan oleh Posyandu Melati. Yang dalam hal ini adalah bantuan untuk penyediaan asupan nutrisi yang cukup untuk ibu dan anak, memperbolehkan diadakannya kegiatan sosialisasi sebagai kegiatan rutinan posyandu, serta peralatan-peralatan penunjang Posyandu Melati.

Melalui kegiatan sosialisasi kandungan makanan dan gizi untuk mencegah stunting, penulis berharap akan tumbuh kesadaran bagi para calon ibu ataupun ibu tentang prevalensi kandungan makanan dan gizi yang bisa menjadi faktor utama dari adanya stunting. Penulis berharap bahwa melalui kegiatan sosialisasi ini dapat mengimplementasikan pemahaman berdasarkan pada SDGs Nomor 2 tentang Zero Hunger dan SDGs nomor 3 tentang Good Health and Well Being sehingga dapat memberikan sebuah kontribusi nyata terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Referensi

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2023). Buku Saku Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Dipetik Desember 27, 2023, dari https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/4855

BKKBN. (2023, November 27). Jumlah Keluarga Berisiko Stunting 2023 Turun Signifikan, BKKBN Gelar Forum Satu Data Keluarga. Dipetik Desember 27, 2023, dari bkkbn.go.id: https://www.bkkbn.go.id/berita-jumlah-keluarga-berisiko-stunting-2023-turun-signifikan-bkkbn-gelar-forum-satu-data-keluarga

Kementerian Sekretariat Negara RI. (2021, September 8). Perpres Nomor 72 tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting. Dipetik Desember 27, 2023, dari stunting.go.id: https://stunting.go.id/perpres-nomor-72-tahun-2021-tentang-percepatan-penurunan-stunting/United Nations. (t.thn.). THE 17 GOALS – Sustainable Development – the United Nations. Dipetik Desember 27, 2023, dari sdgs.un.org: https://sdgs.un.org/goals

Tags: HandaruanxLABIRIN, Social Projects, SGDs

Leave a comment