
Filipina – Adiasri Putri Purbantina sebagai direktur Handaruan Institute, Afissa Hanani Oktavia dan Alifia Desy Ramadhani sebagai Asisten Peneliti, dan Putri Nauli Sinaga sebagai Asisten Proyek Manager menjadi delegasi dalam The 7th International Conference on Asian & Philippine Studies (ICAPS) 2024 di Kota Baguio, Filipina pada 30 Mei – 1 Juni 2024 yang diselenggarakan oleh De La Salle University. Dalam konferensi tersebut, Adiasri mempresentasikan risetnya yang berjudul “Knowledge-Economy and Issues on Inclusive Higher Education in Indonesia”, Afissa dengan judul risetnya yaitu “Rejuvenating Heritage: Sustainable Beauty Innovation in Southeast Asia (“From This Island” Case Study, Indonesia)”, Alifia dengan judul risetnya yaitu “Fostering Sustainable Practices in Indonesian Traditional Herbal Medicine: A Study on United Nations Global Compact Partnership”, dan Putri Nauli Sinaga dengan judul riset “Ms.Marvel: Redefining Representation – A Look at Asian Muslim Identity On-Screen and Behind the Scenes”





Riset yang dibawakan Adiasri bertujuan untuk membuka perdebatan mengenai internasionalisasi bagi Pendidikan Tinggi di Asia Tenggara. Sebagai Plenary Speaker, Adiasri mengangkat isu mengenai adanya dua ide yang bertentangan, yaitu antara Pendidikan Tinggi sebagai public goods dan pendidikan tinggi sebagai private goods yang erat kaitannya dengan ekspansi Academic Capitalism yang dihadapi oleh negara-negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Pada sesi ini, terjadi diskusi mengenai kemiripan permasalahan yang dihadapi oleh pendidikan tinggi di negara-negara Asia Tenggara yang tidak lepas dari sebuah rezim pendidikan global, terutama dalam upaya mereka mempromosikan pendidikan tinggi yang inklusif.
Afissa membawakan hasil risetnya yang bertujuan untuk mengeksplorasi kesuksesan perusahaan kosmetik lokal dalam mengembangkan skincare berbahan dasar dari kekayaan alam dan warisan kecantikan Indonesia. Melalui metode studi pustaka, penelitian ini menunjukkan bahwa 4 faktor kesuksesan brand “From This Island” dapat dianalisis melalui kepatuhan terhadap regulasi yang disesuaikan dengan permintaan pasar, kolaborasi, inovasi, dan investasi pada R&D. Alifia membawakan hasil risetnya dengan tujuan untuk mengidentifikasi bagaimana perusahaan multinasional Indonesia yang memproduksi obat tradisional Indonesia yaitu Jamu melakukan sustainable practice dalam mencapai kegiatan praktik bisnis berkelanjutan dari keanggotaan antara PT Kalbe Farma dan PT Sido Muncul dengan United Nations Global Compact untuk mencapai standarisasi global. Sedangkan, secara daring diikuti juga oleh Nauli membawakan hasil risetnya mengenai representasi Muslim di layar dan dibalik layar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh representasi muslim pada saat diangkat ke layar dapat tergambarkan serta pengaruh orang-orang dibalik layar yang juga memiliki latar belakang yang serupa.
Afissa mengatakan bahwa ia banyak belajar tentang cara melakukan riset yang baik dan tepat melalui bantuan direktur Handaruan Institute, Adiasri Putri Purbantina. “Ketertarikan saya pada dunia riset dimulai saat saya mengerjakan tugas mata kuliah Sistem Produksi Global dan Inovasi Nasional yang dibimbing langsung oleh dosen. Hal tersebut kemudian menjadi prioritas minat belajar saya, mulai dari cara melakukan riset yang benar dan hal-hal teknis lainnya sehingga memudahkan saya mengerjakan skripsi.”
Alifia juga menyampaikan bahwa ia dapat memperluas relasi pada saat mengikuti konferensi tersebut. “Selama konferensi, saya bertemu dengan peserta dari berbagai latar belakang untuk membangun dan memperluas relasi dengan para ahli di bidangnya. Tidak hanya itu, selama mengikuti ICAPS 2024 saya mendapatkan kesempatan serta pengalaman baru dalam berbagai aspek, seperti berpartisipasi dalam diskusi akademis, mempresentasikan penelitian, dan berinteraksi dengan para ahli di bidangnya, dari golongan mahasiswa hingga dosen dari seluruh penjuru Filipina.”
Nauli pun menyampaikan suka citanya dapat bergabung dalam konferensi yang dilaksanakan oleh De La Salle University. “Meskipun hanya bisa bergabung secara daring, namun saya sangat senang akhirnya dapat melakukan presentasi mengenai topik yang sedang saya geluti. Banyak sekali topik-topik menarik yang diangkat berkaitan tentang budaya populer. Selama diskusi berlangsung, banyak sekali insight yang didapatkan berkaitan dengan materi yang telah dipaparkan sekaligus memperluas pengetahuan saya mengenai topik tersebut.”
Direktur Handaruan Institute juga menyampaikan dukungannya atas partisipasi Afissa, Alifia, dan Nauli di konferensi internasional yang menunjukkan komitmen memperkuat iklim riset di Indonesia dengan membawa isu lokal ke kancah global.
Penulis : Afissa Hanani Oktavia, Alifia Desy Ramadhani

Leave a comment