Dukung SDGs Keberlanjutan, Mahasiswa UPNVJT Adakan Sosialisasi Kesehatan Mental Bersama BIMBASI UNESA

Published by

on

SURABAYA – Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) telah menggelar acara sosialisasi kesehatan mental di SMPN 58 Surabaya—dengan mengundang Bimbingan Sebaya Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (BIMBASI UNESA) sebagai narasumber, untuk memberikan edukasi terkait kesehatan mental kepada para siswa.

Acara sosialisasi ini merupakan rangkaian proyek yang dibuat oleh mahasiswa jurusan hubungan internasional UPNVJT, sebagai tugas akhir dalam mata kuliah Sustainable Development (Susdev). Mata kuliah ini merupakan salah satu dari mata kuliah wajib mahasiswa hubungan internasional UPNVJT, yang bertujuan mengajarkan tentang 17 goals dan indikator dalam SDGs.

Setelah diberi pembekalan pada awal perkuliahan, para Mahasiswa akan diminta untuk mengadakan sebuah proyek sosial secara berkelompok, dengan memilih salah satu poin SDGs yang menjadi inti dari proyek masing-masing. Dan untuk proyek sosialisasi yang diadakan oleh kelompok 7 (Susdev A) sendiri, mengacu pada poin 3 dalam SDGs yaitu “Good Health and Well-Being” yang berfokus pada kepedulian akan kesehatan mental. 

Apa Itu Poin SDGs 3?

SDGs poin 3 yaitu “Good Health and Well-Being” merupakan poin SDGs yang menekankan bahwa kesehatan adalah hak dasar manusia dan pondasi dalam pembangunan berkelanjutan. Tujuan utama poin ini adalah untuk menurunkan angka kematian, meningkatkan layanan kesehatan, mengendalikan penyakit menular dan tidak menular serta memperkuat kesehatan mental dan kesejahteraan.

Poin 3 SDGs sendiri memiliki 13 target dan 28 indikator yang digunakan untuk mengukur kemajuan guna mencapai target keberlanjutan dalam kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Kelompok 7 (Susdev A), memilih fokus pada target 3.4.2 yakni “Suicide Mortality Rate”, yang merupakan bagian dari target 3.4 “Reduce mortality from non-communicable diseases and promote mental health” dari poin 3 SDGs.

Target 3.4.2 dipilih karena adanya kepedulian dari Mahasiswa terkait permasalah isu kesehatan mental di Indonesia. Data dari WHO pada tahun 2025 menyebutkan bahwa 1 dari 4 orang di dunia mengalami gangguan mental ringan hingga berat. Sedangkan di Indonesia, ada sekitar 20 juta orang yang mengalami gejala kecemasan, stres dan depresi—namun, hanya 15% diantaranya yang mendapatkan bantuan profesional.

Untuk mendukung peningkatan kepedulian pada isu ini, sebagai bagian dari generasi muda kelompok 7 (Susdev A) Mahasiswa UPNVJT, membuat proyek sosialisasi kesehatan mental “MINDLINK”, dengan memberikan edukasi dasar kepada siswa SMPN 58 Surabaya untuk melatih awareness para siswa akan pentingnya kesehatan mental.

Tujuan Utama Dibalik Sosialisasi MINDLINK

Selain demi memberi dukungan untuk SDGs, kegiatan ini tercipta sebagai wujud kepedulian terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental di kalangan pelajar—khususnya mereka yang sedang dalam masa perkembangan emosional dan cukup rentan. Adanya beberapa faktor seperti tekanan akademik, perundungan, konflik keluarga atau pengaruh dari lingkungan sosial lain, juga seringkali memicu kecemasan, stres hingga trauma.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, terbentuklah proyek sosialisasi “MINDLINK: Hadapi Trauma, Kembalikan Cahaya”. Acara ini diselenggarakan pada hari Jumat, 21 November 2025 pukul 07.00 – 10.00 WIB, di aula SMP Negeri 58 Surabaya dengan BIMBASI UNESA sebagai narasumber, dan dihadiri oleh 300 audiens yang adalah siswa satu angkatan di kelas 8 SMP Negeri 58 Surabaya.

Nama “MINDLIK” merupakan singkatan dari “Mental Integrity and Non Discrimination Link” yang mencerminkan semangat untuk membangun integritas mental dan menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif, serta bebas dari stigma. Selain itu, kegiatan ini sekaligus menjadi wadah kolaborasi antara pihak sekolah dan Mahasiswa guna memperkuat edukasi kesehatan mental di kalangan remaja terutama di lingkungan sekolah.

Pada awal acara para siswa kelas 8 SMPN 58 Surabaya akan diberikan materi singkat oleh para narasumber dari BIMBASI UNESA dengan durasi kurang lebih 1 jam. Materi yang disampaikan adalah mengenai cara menyadari perasaan dalam diri sendiri, serta pentingnya terbuka dan bercerita tentang apa yang kita rasakan—materi ini, merupakan pembuka untuk sesi selanjutnya.

Setelah sesi materi dilakukan, sesi kedua dari proyek ini dilanjutkan dengan sebuah kegiatan yang disebut Inner Zone. Berbeda dengan sesi materi yang dihadiri oleh seluruh siswa kelas 8 SMPN 58 Surabaya, sesi Inner Zone ini hanya dihadiri oleh 15 orang siswa terpilih dengan kriteria tertentu yang sudah dipilih oleh sekolah berdasarkan permintaan dari tim panitia dan narasumber—dengan durasi 1,5 jam atau 90 menit.

Dalam sesi tersebut, ke 15 siswa tadi dibagi menjadi 4 kelompok, lalu diarahkan untuk duduk bersama dengan masing-masing perwakilan dari BIMBASI UNESA. Pada awal sesi Inner Zone, siswa akan diminta memperkenalkan diri dan menceritakan hal apa yang paling mengganggu pikiran mereka secara bergantian—hingga setiap cerita dan keluh kesah yang mengganjal dalam hati masing-masing siswa mulai tercurahkan. 

Pada akhir kegiatan, para siswa yang mengikuti rangkaian acara tadi diminta untuk menuliskan kesan, serta bagaimana perasaan mereka setelah mengikuti sesi sosialisasi yang telah diberikan. Berdasarkan tulisan dari siswa-siswa SMPN 58 Surabaya, mereka merasa senang dengan adanya acara ini, salah satu siswa merasa mendapatkan pengalaman baru tentang hal yang tadinya tidak ia ketahui soal kesehatan mental.

Salah satu siswa juga menuliskan, bahwa berkat sesi Inner Zone ia akhirnya bisa menceritakan keluh kesah yang selama ini ia pendam, karena tidak memiliki seseorang sebagai tempat bercerita. Untuk itulah proyek ini muncul sebagai salah satu bentuk sarana agar para siswa dapat memahami perasaan dan mengelola emosi yang mereka miliki, serta mengajarkan mereka untuk lebih terbuka kepada para orang dewasa yang mencoba untuk merangkul mereka.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UPNVJT ingin mengajak para siswa untuk lebih memahami arti dari keseimbangan mental, mengenali dampaknya, serta menumbuhkan keberanian untuk saling mendukung satu sama lain dengan mengulurkan tangan pada mereka yang membutuhkan bantuan. (*)

Penulis: Kelompok 7 (Susdev A)

Keywords: kesehatan mental, mental health, SDG, SDGs, SDG 3, SDGs 3, sosialisasi kesehatan mental, UPNVJT, UNESA, SMPN 58 Surabaya, Surabaya

Leave a comment