Sun Protection For Future (SPF+): Empowered by Youth

Published by

on

Ditulis oleh Anna Gabriella F. M, Oktaviola Kusdiana, Jeconia Meriel Orisha S, Rifda Najah Widad, dan Putera Naufal Wicaksono

Surabaya, 17 November 2025 – Kesehatan kulit merupakan bagian penting dari kesehatan tubuh manusia secara keseluruhan. Meski begitu, hingga saat ini kesadaran masyarakat masih dapat dikatakan minim jika berbicara terkait pentingnya perlindungan kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV) secara langsung. Paparan sinar UV ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif seperti penuaan dini, flek hitam, hingga risiko kanker kulit. Lebih dari 80% kasus kanker kulit (cutaneous melanoma) secara global pada tahun 2022 disebabkan oleh paparan radiasi ultraviolet (UV) dengan persentase laki-laki lebih tinggi, sejumlah 89% dan perempuan 79%. Untuk mencegah dampak-dampak negatif tersebut, salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan sunscreen secara rutin, khususnya tiap beraktivitas di luar ruangan (Langselius, et al., 2025).

Berdasarkan permasalahan tersebut, Kelompok 2 Sustainable Development A yang beranggotakan lima orang menyelenggarakan kegiatan edukatif bertema “Edukasi Kesadaran Penggunaan Sunscreen bagi Remaja dalam Upaya Pencegahan Penyakit Kulit” di SMA Kristen Pirngadi. Kegiatan berdurasi dua jam ini berlangsung pukul 06.45–08.45 WIB dan menyasar siswa/i karena masih minimnya pemahaman mengenai manfaat serta cara penggunaan sunscreen yang benar, khususnya pada siswa laki-laki. Kegiatan ini menghadirkan dosen Fakultas Kedokteran UPN “Veteran” Jawa Timur sekaligus dokter spesialis kulit, Dr. Agustina Tri Pujiastuti, Sp.DVE, FINSDV (Dr. Nina).

Kegiatan diawali dengan penjelasan singkat oleh MC mengenai SDGs 3 dan keterkaitannya dengan materi yang disampaikan, agar peserta memahami konteks global edukasi kesehatan. Kegiatan ini mendukung SDGs 3 Good Health and Well-being, khususnya Target 3.4 tentang pencegahan penyakit tidak menular melalui promosi kesehatan dengan indikator 3.4.1. Pada sesi utama, Dr. Nina memaparkan pentingnya penggunaan sunscreen, risiko penyakit kulit akibat paparan sinar matahari, serta cara memilih dan menggunakan sunscreen yang tepat bagi remaja.

Setelah pemaparan materi, Dr. Nina mengajak peserta mempraktikkan penggunaan sunscreen yang benar dengan melibatkan dua orang relawan. Penyampaian yang interaktif memudahkan peserta memahami materi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan kuis untuk mengukur pemahaman peserta, dengan doorprize berupa sunscreen. Acara berlangsung antusias dan partisipatif, ditutup dengan penyerahan sertifikat pembicara, plakat kepada SMA Kristen Pirngadi, sesi foto bersama, serta jargon acara “Lead with Protection, Glow with Confidence.”

Untuk mengukur pemahaman dan memperoleh umpan balik, panitia memberikan post-test sebagai bahan evaluasi kegiatan. Sebanyak 39 peserta menjadi responden dan hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan sunscreen serta bahaya sinar UV. Setelah sosialisasi, 90% responden menyatakan pemahamannya meningkat dan 81% peserta menunjukkan keinginan lebih rutin menggunakan sunscreen dengan skor 4-5.

Agar dampak positif dari kegiatan ini terus berlanjut hingga mencapai perubahan, kelompok kami memiliki beberapa rekomendasi strategis untuk dikembangkan:

  1. Disarankan untuk berkolaborasi dengan OSIS dalam kegiatan kampanye melalui media sosial. Sehingga materi edukasi dapat tersampaikan dengan lebih menarik, dan lebih luas.
  2. Disarankan memberikan modul digital yang diakses via kode QR dan diletakkan di mading sekolah. Modul akan berisi panduan penggunaan sunscreen yang benar.
  3. Disarankan setelah kebiasaan menggunakan sunscreen terbangun, materi edukasi dikembangkan namun dengan fokus yang lain. Saran selanjutnya adalah memperluas cakupan SDG poin 3 ke isu yang berkaitan, seperti cara memilih skincare yang tepat untuk remaja.
REFERENSI

Langselius, O., Rumgay, H., Vries, E. d., Whiteman, D. C., Jemal, A., Parkin, D. M., & & Soerjomataram, I. (2025). Global burden of cutaneous melanoma incidence. IJC : International Journal of Cancer, 1110-1119.

Leave a comment