Edukasi Sustainable Fashion di SMKN 6 Surabaya: Langkah Nyata Mendukung SDG 12

Published by

on

SURABAYA – Dengan adanya aplikasi media sosial, masyarakat sering terpengaruh oleh gaya berpakaian yang sedang populer di dunia maya sehingga mereka merasa perlu untuk mengikuti tren ini aggar dianggap Individu yang melek dengan gaya berpakaian dan harus rela mengeluarkan uang demi terlihat modis. (Leman, Soelityowati, & Purnomo, 2020). Sebanyak 92 juta ton limbah tekstil dihasilkan secara global setiap tahunnya. Produksi tekstil dua kali lipat meningkat dari tahun 2000 hingga 2015, sementara ketahanan dan durasi penggunaan pakaian menurun sebesar 36 persen. Sebanyak 11 persen dari limbah plastik berasal dari pakaian dan tekstil, hanya 8 persen serat tekstil di tahun 2023 yang terbuat dari sumber daur ulang (UNEP, 2025). Kondisi seperti ini memunculkan ketidakseimbangan dalam pola konsumsi di industri fashion. Masyarakat yang semakin mengikuti tren fashion di mode yang berkembang pesat di dunia maya cenderung akan membeli lebih banyak pakaian untuk mengikuti standar estetika yang sedang panas di media sosial. Hal ini menciptakan siklus konsumsi yang cepat, pakaian dibeli lalu dikenakan hanya sebentar dan akhirnya menjadi limbah dalam waktu yang singkat.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh kelompok 1 mempunyai tujuan untuk mengedukasi siswa-siswi hingga guru-guru SMKN 6 Surabaya jurusan tata busana mengenai pengetahuan yang lebih dalam tentang SDG’s dan sustainable fashion. Tujuan lain dari kelompok 1 adalah dapat berkontribusi untuk merealisasikan beberapa SDG’s yang telah ditetapkan oleh PBB guna mendukung perkembangan lingkungan yang berkelanjutan dan meminimalisir limbah tekstil yang diproduksi, seperti SDG 12 (12.1, 12.2, 12.5, 12.6, 12.8)

Kegiatan ini dilaksanakan di SMKN 6 Surabaya yang beralamatkan Jl. Margorejo No.76, Margorejo, Kec. Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur 60238. Dengan target sasaran kami adalah siswa-siswi tata busana yang berjumlah 52 siswa-siswi dan 8 guru jurusan tata busana. Kami mempunyai alasan kuat untuk memilih jurusan tata busana karena ini sangat selaras dengan SDG 12 dan sustainable fashion belum sepenuhnya terpenuhi. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal Senin, 24 Oktober 2025 dimulai dari jam 9.15 hingga 11.15 WIB. Kegiatan ini dimulai denggan pembukaan berupa penyambutan dari kelompok 1, penyambutan dari pihak SMKN 6 Surabaya dan dilanjut dengan pemateri dari Ruze Go. Lalu kami masuk ke acara inti yaitu penyuluhan dan edukasi tentang SDGs dan sustainable fashion. Edukasi ini melibatkan pemateri dari Ruze Go yang merupakan sebuah usaha yang sudah menggeluti bidang fesyen agar materi bisa disampaikan dengan baik. Beberapa hal yang dapat dibuktikan kalau siswa-siswi beserta guru memahami materi yang diberikan oleh Ruze Go adalah ketika mereka bisa menyimak materi dengan seksama dan mereka antusias ketika Ruze Go mempersilahkan siswa-siswi beserta guru untuk melihat desain fesyen dari Ruze Go. Dilanjutkan dengan sesi bertanya seputar sustainable fashion dan kuis tanya jawab, warga sekolah sangat antusias dalam berdiskusi. Acara ditutup denggan salam penutup dari MC dan Ruze Go, kami dari kelompok 1 juga memberikan sertifikat kepada SMKN 6 Surabaya dan Ruze Go sebagai tanda terima kasih dan hormat karena sudah mau untuk bekerja sama demi kelancaran kegiatan ini. Lalu sesi foto bersama dan pemberian cinderamata dari Ruze Go kepada siswa—siswi SMKN 6 Surabaya sebagai aksi memorial.

Penulis: Kelompok 1 (Susdev B)

Referensi

Leman, F. M., Soelityowati, & Purnomo, J. (2020). Dampak Fast Fashion Terhadap Lingkungan. Seminar Nasional Envisi, 128-136.

UNEP. (2025, Maret 27). Waste Management: UNEP. Diambil kembali dari United Nations Environment Programme: https://www.unep.org/news-and-stories/press-release/unsustainable-fashion-and-textiles-focus-international-day-zero

Leave a comment