Surabaya, 19 November 2025 – Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pertolongan pertama, dan penerapan pertolongan pertama yang benar, menjadi salah satu isu yang banyak terjadi di Indonesia, termasuk kota besar seperti Surabaya. Kota Surabaya dengan mobilitas yang cukup tinggi, memiliki risiko kecelakaan yang cukup tinggi, termasuk di lingkungan sekolah. Dinas Kesehatan Kota Surabaya mencatat terjadi hingga 1.200 kejadian kecelakaan di lingkungan sekolah, diantaranya mimisan, jatuh, luka terbuka akibat kegiata fisik. Anak-anak usia sekolah merupakan korban yang cukup rentan secara fisiologis dan memiliki keterbatasan respon dalam menolong diri sendiri, terlebih kecelakaan ini dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Padahal pertolongan pertama yang dilakukan dengan benar dan cepat mampu menyelamatkan nyawa dalam hitungan detik, sedangkan pemberian pertolongan yang salah justru berpotensi memperparah keadaan dan mengancam nyawa. Seperti yang tertulis pada laporan RSUD Dr Soetomo 50% korban meninggal akibat kesalahan pertolongan pertama, 50% lainnya karena keterlambatan penanganan, kondisi ini menyebabkan banyak kasus darurat tidak ditangani dengan benar sebelum bantuan medis tiba (Winoto & Bistara, 2019).
Sejalan dengan hal itu, praktik pertolongan pertama pada kecelakaan di lingkungan sekolah menjadi hal yang sejalan dengan pencapaian tujuan SDGs ke 3 tentang “Good Health and Well Being”, seperti yang dilakukan kelompok 1 kelas A mata kuliah Sustainable Development melakukan project dengan tajuk “First Aid, For First Time” untuk mengenalkan dasar-dasar penting terkait pertolongan pertama. Kegiatan ini dilakukan di Aula SMP Al-Muslim Sidoarjo pada tanggal 19 November 2025, dan diikuti oleh 20 anggota kader kesehatan SMP Al-Muslim. Dengan representasi siswa yang cukup banyak dan agenda beragam di SMP ini, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sosialisasi yang tepat untuk siswa-siswi SMP mitra kami. Acara ini juga terselenggara dengan baik dengan dukungan mitra dari PMI Kota Surabaya sebagai pihak yang memberikan edukasi pada kegiatan sosialisasi. Kegiatan diawali pembukaan dan pengenalan SDGs, dilanjutkan materi dasar pertolongan pertama serta praktik bersama PMI, seperti pembalutan luka dan penanganan mimisan. Program ini meningkatkan kemampuan respon cepat darurat, mendukung SDGs 3.6 dan 3.d, serta berkontribusi jangka panjang pada SDGs 4.7 melalui penguatan keterampilan hidup (SDGS UN, 2025).
Rekomendasi Kebijakan :
Mengacu pada data dan tujuan dari kegiatan ini, kami sebagai pelaksana kegiatan memberikan beberapa saran untuk rekomendasi kebijakan baik bagi sekolah, pemerintah hingga LSM. Untuk pihak sekolah diharapkan mampu membentuk kader UKS yang terdaftar pada data base PMI Kota Surabaya dan dilakukan agenda pembinaan secara rutin dalam jangka waktu 1 bulan sekali. Untuk pemerintah diharapkan memperbanyak sosialisasi pertolongan pertama di sekolah-sekolah lain bersama dengan PMI sebagai pihak yang menjadi mitra utama dalam sosialisasi ini dan menyediakan fasilitas kotak P3K standar di ruang-ruang publik serta sekolah.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, kami berharap para siswa sasaran dapat menerapkan seluruh keterampilan dasar dari pertolongan pertama dalam kondisi nyata. Kelompok kami berharap kerja sama dengan PMI ini dapat terus berjalan dan berkembang sejalan dengan keberlanjutan yang diterapkan dalam SDGs. Kegiatan ini bukan sekedar sosialisasi biasa, tetapi merupakan bentuk intervensi untuk menutup kesenajangan pengetahuan di kalangan anak-anak, yang dapat disiapkan sedini mungkin, dan menjadi perlindungan kolektif di masyarakat.
Referensi
Badan Pusat Statistik. (2022). Jumlah Kecelakaan, Korban Mati, Luka Berat, Luka Ringan, dan Kerugian Materi. Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS).
SDGS UN. (2025). Goal 3 | Department of Economic and Social Affairs – Ensure healthy lives and promote well-being for all at all ages. Retrieved from United Nations – SDGs (sdgs.un.org): https://sdgs.un.org/goals/goal3#targets_and_indicators
Winoto, P., & Bistara, D. (2019). THE EFFECT OF THE FIRST AID SOCIALIZATION IN ACCIDENTS TO INCREASING YOUTH SKILLS IN HANDLING EMERGENCIES IN DAILY LIVING. Nurse and Health: Jurnal Keperawatan, 16-22.

Leave a comment