GREEN STEP MOVEMENT : AKSI PEDULI SAMPAH DENGAN EDUKASI BANK SAMPAH DI SMPN 12 SURABAYA

Published by

on

Surabaya. 28 November 2025 – Surabaya adalah pusat kota yang memiliki kepadatan di setiap jamnya. Kepadatan aktivitas yang berlangsung dari pagi hingga malam tersebut dapat menghasilkan sampah yang melimpah. Sekitar 1.700 hingga 1.800 ton sampah setiap harinya. Dengan 22% adalah sampah plastik sisanya didominasi oleh sampah organik. Dapat diperhitungkan jika 1 orang dalam sehari kurang lebih menghasilkan 0,6 kg sampah.

Salah satu wilayah di Kota Surabaya yang memiliki masalah terhadap sampah adalah daerah Jln. Ngagel. Terkait dengan pencemaran yang terus menerus terjadi pada sungai Kalimas yang melintasi daerah Ngagel. Sungai Kalimas, kerap dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah oleh warga sekitar. Hal tersebut berdampak kepada kualitas air yang menurun, padahal jika kita ketahui 93% air sungai menjadi bahan baku dari PDAM Surabaya.

TPA Benowo sebagai TPA terdekat dari Jln. Ngagel serta sebagai TPA yang menampung sampah dari daerah tersebut menerima 1.400 hingga 1.500 ton perharinya, namun kapasitas sampah terus meningkat dan menjadi membebani TPA Benowo sendiri. Dengan alur pembuangan sampah dari TPS terdekat yang berapa disekitar sekolah maupun jalan di daerah Ngagel, kuantitas sampah yang dapat ditampung TPS tidak sebanyak kuantitas TPA. Oleh karena itu, TPS lokal harus mengangkut sampah dari TPS lokal ke TPA terdekat menggunakan truk DLH.

Sehingga, dengan adanya kasus tersebut memberi kesadaran kelompok kami untuk mengambil langkah yang tepat demi memperbaiki sedikit demi sedikit. Melihat kasus diatas melalui SDG’s 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG’s 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), dan SDG’s 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab). Kelompok kami membangun kegiatan Workshop Green Step Movement — Edukasi Pemetaan Bank Sampah untuk Bumi Berkelanjutan dengan harapan dapat membantu membangun kesadaran dini dari warga yang berada di Kota Surabaya khususnya daerah Ngagel. Kegiatan kami dibersama oleh pihak sekolah dari SMPN 12 dan komunitas yang berfokus kepada lingkungan khususnya sampah Waste Societies.

SMPN 12 Surabaya merupakan salah satu SMPN terbaik di Kota Surabaya. Tidak hanya sekolah terbaik saja, mereka juga aktif sebagai sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional karena komitmennya untuk menjaga kebersihan serta mengurangi sampah. Mendapatkan akreditasi A dan terkenal sebagai salah satu pionir dalam gerakan ramah lingkungan di Surabaya. Penghargaan Adiwiyata kerap didapatkan mulai dari tahun 2016 Meraih Adiwiyata Tingkat Kota Surabaya dan Jawa Timur dan tahun 2017 meraih Adiwiyata Tingkat Nasional.

Namun, sangat disayangkan sekali di SMPN 12 Surabaya mengalami penurunan untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Penghargaan Adiwiyata yang didapatkan berenti di Tahun 2017 silam. SMPN 12 Surabaya memiliki potensi untuk kembali seperti komitmen yang mereka ucapkan. Lingkungan dari SMPN 12 Surabaya sekarang mudah banjir dibagian lapangan belakang sekolah, sampah yang masih berserakan tanpa adanya pemetakan disekolahnya, serta daerah resapan yang kurang membuat SMPN 12 Surabaya mudah banjir jika hujan lebat.

Mitra yang mendukung kegiatan kami adalah Waste Societies. Komunitas yang berfokus kepada isu lingkungan khususnya sampah. Waste Societies juga menyediakan tempat untuk penukaran sampah bersih. Penukaran sampah dapat dilakukan jika sampah tersebut sudah bersih dan telah dipetakan melalui jenis – jenisnya. Oleh karena itu komunitas Waste Societies dapat mendukung kedepannya untuk siswa siswi di SMPN 12 Surabaya, supaya lebih peduli terhadap sampah yang mereka hasilkan.

Kondisi diatas dapat kelompok kami lihat saat mengadakan survei dan bertanya kepada pihak OSIS saat rapat bersama OSIS dan MPK dari SMPN 12 Surabaya. Kondisi tersebutlah yang mendorong kelompok kami untuk melakukan pemetakan bank sampah pada sekolah SMPN 12 Surabaya. Mendapat dukungan penuh dari kepala sekolah serta guru lainnya hingga Komunitas waste societies sebagai pemateri dari workshop kelompok kami. Dukungan tersebut membuat acara kami dapat berjalan tanpa adanya kendala pada hari pelaksanaan.

KEGIATAN SOSIALISASI SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS KELOMPOK 9

Kegiatan Workshop Green Step Movement — Edukasi Pemetaan Bank Sampah untuk Bumi Berkelanjutan. Dengan target audiens 55 anak merupakan perwakilan dari OSIS, MPK, Putri Lingkungan dan Siswa – siswi dari kelas 7 hingga kelas 8. Workshop kami juga menggandeng komunitas Waste Societies yang beranggotakan 3 orang sebagai perwakilan dari komunitas, dengan jobdesk 2 anggota sebagai PDD dan 1 Pemateri sekaligus expert dalam mengelola sampah. Kegiatan Workshop langsung dilakukan di Tanggal 11 November 2025, berlokasi di SMPN 12 Surabaya.

Gambar 1. Pelaksanaan Kegiatan di SMPN 12    Gambar 2. Workshop oleh Waste Societies

Aulia Oktadewi Islam Florida kerap dipanggil Aulia merupakan lulusan dari Universitas Islam Surabaya, beliau merupakan salah satu anggota lama dari Waste Societies yang telah dibangun mulai dari mereka kuliah. Dalam pemaparan materi dari Aulia selaku expert pada bidang pemetakan sampah beliau, beliau menyampaikan seberapa banyak sampah yang dapat dihasilkan oleh perseorangan. Bahwa satu orang dapat menghasilkan sampah sekitar 1 kg, yang dimana jika sampah tersebut merupakan sampah plastik akan susah untuk terurai. Beliau juga menyampaikan

penggolongan sampah yang mudah untuk kalangan anak SMP sederajat, dimulai dari sampah Organik, Anorganik dan sampah plastik.

Sampah Organik merupakan sampah makanan yang dapat dioleh kembali menjadi pupuk kompos, pupuk cair serta pakan ternak. Sampah Anorganik dapat dibedakan lagi melalui bahannya, jika kaca dapat dijadikan botol kaca kembali setalah dilebur, jika sampah logam dapat dilebur untuk industri otomotif, dan lain – lainnya. Jika sampah plastik, sedikit lebih susah untuk terurai sehingga membutuhkan ratusan tahun untuk terdegradasi, olahan sampah plastik seperti pipa, aspal plastik, atau eco – brick. Beliau juga menjelaskan bagaimana cara menukarkan sampah kepada pengepul atau komunitas yang menyediakan tempat atau wadah untuk penukaran sampah.

Setelah melewati tata cara pemetakan sampah yang telah dijelaskan oleh pembicara. Dilanjutkan dengan pertanyaan – pertanyaan singkat dari kak Aulia untuk mengetahui seberapa paham mereka dengan materi yang telah dijelaskan. Dari pembicara juga menyiapkan hadiah berupa kain tenun dari Labuan Bajo dan botol minum sebagai bentuk peduli untuk mengurangi sampah plastik yang ada disekitar. Setelah melakukan sesi tanya jawab, siswa siswi dari SMPN 12 Surabaya langsung praktik mengenai pemetaan bank sampah. Dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang akan digabung saat kelompok besar.

Mereka dapat mengumpulkan sampah sesuai dengan sampah yang telah dipetakan yaitu Organik, Anorganik dan Plastik. Hingga membuat video yang berisikan ajakan untuk mengurangi sampah hingga pemetakan yang telah mereka lalukan. Antusias para siswa sangat terlihat, dari video yang telah mereka buat juga akan dinilai oleh pembicara sekaligus panitia. Bukan hanya video singkat saja, melainkan pemetaan sampah yang dilakukan oleh mereka juga dinilai langsung oleh Kak Aulia selaku expert dari pemetakan bank sampah.

Gambar 3. Praktik pemetaan sampah di area sekolah Gambar 4. Pembuatan video implementasi

Gambar 5. Hasil pemetaan sampah oleh siswa SMPN 12 ke dalam tiga jenis kantong: kertas, plastik, dan anorganik.

Dari hasil pemetakan yang dilakukan, didapatkan hasil jika SMPN 12 Surabaya memiliki sampah plastik sebagai sampah yang paling banyak di lingkungan mereka. Diikuti dengan sampah anorganik lainnya, yang masih banyak di lingkungan sekitar. Sampah yang paling sedikit adalah sampah organik, yang berisikan sisa makanan. Dilanjutkan dengan foto bersama siswa siswi serta komunitas dari Waste Societies. Menyuarakan slogan dari workshop kami pada ujung acara.

SARAN KEBIJAKAN

Melalui kegiatan workshop Sustainable Development, menarik kesimpulan jika siswa siwi SMPN 12 Surabaya dapat dikatakan kurang memiliki pengetahuan soal pemetakan bank sampah. Namun dengan adanya program sampah di sekolah Surabaya, Plastic Clever School Program yang diluncurkan oleh PEMKOT Surabaya yang bekerja sama dengan lembaga asal Inggris yaitu CommonSeas. Dapat membawa harapan baru kepada sekolah – sekolah yang ada di Surabaya, supaya lebih peduli terhadap lingkungan sekitar yang dapat dimulai dari Sekolah. Saran kegiatan yang dapat dilakukan di SMPN 12 Surabaya berkaitan dengan Biopori atau Lubang Resapan. Karena sebelumnya SMPN 12 Surabaya aktif dalam menjalankan kegiatan tersebut namun sayangnya kegiatan tersebut mulai penurun.

DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (n.d.). Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN). https://sipsn.kemenlh.go.id/sipsn 

Universitas Airlangga. (2023). Kenali 17 Tujuan SDGs dan Penjelasannya. https://unair.ac.id/kenali-17-tujuan-sdgs-dan-penjelasannya/ 

United Nations. (n.d.). Partnerships for the Sustainable Development Goals (SDG Partnerships). https://sdgs.un.org/partnerships 

Universitas Muhammadiyah Jakarta. (n.d.). Apa Itu Sustainable Development https://umj.ac.id/just_info/apa-itu-sustainable-development-goals-berikut-penjelasannya 

Leave a comment