M. Rafly Wiyono, Rafi Sandy Arlianta, Damar Uli Marpaung, Vericko Dhuha Zahir Negara, Ihwan Thohir Mahendra
Surabaya, 12 November 2025 – Kelompok 5 Mata Kuliah Sustainable Development melakukan kegiatan sosialisasi LiterAction terhadap siswa-siswi SMP Unggulan Bina Insani yang terletak di Jalan Sawentar No. 9, Pacar Keling, Tambaksari, Surabaya. LiterAction merupakan sebuah sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan semangat literasi di antara para pemuda. Kegiatan ini tidak hanya menitikberatkan pada keterampilan dasar dalam membaca dan menulis, tetapi juga pada peningkatan kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta keahlian dalam mengakses dan mengatur informasi dengan efektif dalam berbagai format.
Kurangnya literasi di Indonesia masih menjadi permasalahan penting dalam sektor pendidikan, hal ini ditandai dengan rendahnya minat baca serta kemampuan berpikir kritis pelajar di berbagai kalangan (Anisa et al., 2021). Situasi ini menyebabkan banyak pelajar kesulitan memahami informasi yang benar dan cenderung menerima informasi tanpa proses analisis yang mendalam. Rendahnya budaya literasi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti belum terbentuknya kebiasaan membaca sejak dini dan keterbatasan fasilitas pendidikan (Anisa et al., 2021). Maka dari itu, salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk membentuk kebiasaan literasi melalui sosialisasi dengan target meningkatkan literasi.
Sosialisasi LiterAction berbasis SDG 4.6 dan 4.6.1 di mana SDGs tersebut memiliki target berupa sebagian besar dewasa, laki laki dan perempuan, memiliki kemampuan membaca dan menulis. SDGs ini berfokus dalam menekankan peningkatan literasi supaya seseorang dari segala umur dan gender dapat memahami informasi dasar dalam kehidupan sehari-hari. Indikator 4.6.1 digunakan sebagai pengukur proporsi kelompok usia tertentu yang mencapai tingkat kemampuan membaca dan menulis yang mencukupi. Untuk mencapai target tersebut diperlukan berbagai program yang dapat memberikan ilmu kepada pelajar mengenai literasi.
Oleh karena itu, LiterAction mengambil tema “Menggerakkan Semangat Literasi untuk Generasi Cerdas dan Mandiri”. Tema ini diangkat untuk menyoroti betapa krusialnya membangkitkan dorongan dan semangat terhadap literasi sebagai dasar bagi generasi masa depan. Dengan tujuan membentuk individu yang cerdas, kritis, inovatif, dan dapat mandiri dalam mengelola informasi serta beradaptasi terhadap perubahan di bidang sosial dan teknologi. Melalui fokus ini, LiterAction diharapkan mampu menjadi wadah bagi para siswa-siswi SMP Unggulan Bina Insani yang mendorong partisipasi aktif dalam memperkuat
budaya dan ilmu literasi sehari-hari.
Untuk meningkatkan penyampaian tema serta penyerapan ilmu oleh peserta, LiterAction bermitra dengan Perpustakaan Medayu Agung dalam pelaksanaan sosialisasi. Perpustakaan Medayu Agung dipilih sebagai mitra karena dua alasan yaitu historis dan pencapain. Secara historis Perpustakaan Medayu Agung didirikan oleh Oei Hiem Hwie, yang merupakan seorang jurnalis, aktivis, serta figur literasi di Indonesia. Sedangkan secara pencapaian, Perpustakaan Medayu Agung secara aktif membagikan pengetahuan seputar literasi melalui berbagai program yang telah mereka lakukan seperti Ruang Kata dan Workshop Design Thinking dan Business Model serta memposting mengenai sejarah di akun instagram mereka.
Pada sosialisasi ini, terdapat dua sesi pemaparan materi. Pemaparan materi yang pertama yaitu pentingnya Literasi serta bentuk-bentuk literasi yang jauh lebih bermacam-macam yang disampaikan oleh Mitra. Di samping itu, Mitra juga menjelaskan literasi teknologi serta pentingnya berpikir kritis sebelum menerima informasi di sosial media. Materi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar kepada siswa-siswi SMP Unggulan Bina Insani mengenai literasi dan bentuknya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pemaparan ini, siswa-siswi peserta dapat menentukan hal-hal yang telah mereka lakukan yang merupakan salah satu bentuk literasi.
Pemaparan materi yang selanjutnya yaitu mengenai jurusan Hubungan Internasional yang disampaikan oleh perwakilan kelompok. Dalam pemaparan tersebut dijelaskan bahwa literasi merupakan suatu hal yang penting dalam jurusan Hubungan Internasional, khususnya dalam menganalisa informasi atau data, menafsirkan kebijakan, serta memahami hubungan antar negara. Kemampuan literasi yang baik dapat meningkatkan kemampuan individu dalam memahami suatu konsep dan dinamika yang rumit, khususnya pelajar maupun mahasiswa dalam konteks ini untuk menganalisis isi serta sumber informasi secara kritis serta menentukan fakta dan opini. Oleh karena itu, kemampuan literasi merupakan salah satu hal penting yang diperlukan dalam jurusan Hubungan Internasional.
Sosialisasi LiterAction yang diselenggarakan di SMP Unggulan Bina Insani mendapatkan antusias yang besar baik dari pihak sekolah maupun para siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir. Kegiatan berakhir dengan foto bersama beserta penyerahan sertifikat terhadap pihak mitra dan pihak sekolah. Antusias para siswa-siswi yang sangat tertarik dengan literasi dan keaktifan selama kegiatan ini menjadi indikator kesuksesan sosialisasi ini. LiterAction diharapkan memberi dampak jangka panjang kepada siswa-siswi SMP Unggulan Bina Insani Surabaya untuk memiliki minat literasi tinggi supaya mampu
mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta memperluas wawasan melalui aktivitas literasi dalam kehidupan sehari-hari.
Referensi
1. Azmi Rizky Anisa, Ala Aprila Ipungkarti, & Kayla Nur Saffanah (2021). Pengaruh Kurangnya Literasi serta Kemampuan dalam Berpikir Kritis yang Masih Rendah dalam Pendidikan di Indonesia.

Leave a comment